Fluoxetine Tidak Memberikan Perbaikan Motorik Pada Pasien Stroke Akut

0
157

Fluoxetine adalah obat antidepressan yang termasuk ke dalam golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs). Ketertarikan ilmuwan untuk meneliti penggunaan fluoxetine dalam perbaikan motorik pasien stroke akut dimulai sejak adanya FLAME Trial, yang dipublikasikan tahun 2011. Pada Randomised controlled trial dari 118 pasien iskemik stroke dengan hemiparesis, 17% pasien yang diberikan fluoxetine 20mg rutin sekali sehari dapat beraktivitas secara independent dibandingkan dengan grup plasebo. Hasil ini sejalan dengan review Cochrane mengenai fungsi SSRIs untuk perbaikan klinis stroke dipublikasi tahun 2012 yang menunjukkan bahwa SSRIs mengurangi disabilitas, kecemasan dan depresi pasca stroke. Akan tetapi terdapat heterogenitas pada studi ini sehingga diperlukan trial dengan desain yang lebih baik dan sampel yang besar.

Oleh karena itu dilakukanlah tiga penelitian besar dengan protokol inti yang sama yaitu FOCUS Trial di Inggris, EFFECTS Trial di Swedia dan, AFFINITY di Australia, Selandia Baru, serta Vietnam. Tiga penelitian ini melibatkan total 5907 pasien. Hasil FOCUS Trial sudah dipublikasikan pada tahun 2018 dengan hasil bahwa fluoxetine memiliki efek netral terhadap perbaikan motorik stroke. Sedangkan EFFECTS dan AFFINITY baru saja dipresentasikan pada tanggal 13 Mei yang lalu dalam acara European Stroke Organization Conference (ESOC) virtual webinar.

EFFECTS Trial

Penelitian ini dilakukan pada 1500 pasien yang mengalami stroke iskemik ataupun hemoragik dalam jangka waktu 2 Р15 hari dengan defisit neurologis parah. Pasien diberikan fluoxetine 20mg/hari atau plasebo selama 6 bulan. Hasil utama adalah luaran klinis yang diukur dengan skala MRS dalam jangka waktu 6 bulan. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada kelompok fluoxetine maupun plasebo. Data menunjukkan bahwa ada lebih sedikit episode depresi baru pada kelompok fluoxetine (7,2% vs 10,8%), tetapi lebih banyak kejadian hiponatremia (1,47% vs 0,13%) dan patah tulang (3,7% vs 1,5%). Ketua penelitian Dr. Erik Lundstr̦m memberikan kesimpulan bahwa penggunaan fluoxetine secara rutin pada pasien pasca stroke akut tidak dianjurkan.

AFFINITY Trial

AFFINITY trial dipresentasikan oleh Profesor Graeme Hankey. Penelitian dilakukan pada 1.280 pasien stroke dengan onset 2-15 hari. Pasien diberikan fluoxetine 20 mg/hari atau plasebo untuk 6 bulan. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dalam luaran fungsional antara pasien yang menerima fluoxetine dan mereka yang menerima plasebo pada 6 bulan, yang diukur dengan skor mRS. Efek samping pada kelompok fluoxetine diketemukan adanya peningkatan epilepsi (1,56% vs 0,31%), risiko jatuh (3,12% vs 1,10%), dan fraktur tulang (2,96% vs 0,94%). Hasil ini serupa dengan FOCUS dan EFFECTS trial sehingga Profesor Hankey juga tidak menyarankan penggunaan fluoxetine rutin.

Bagi saya pribadi, fluoxetine memberikan secercah harapan bagi para neurolog dalam menangani defisit neurologis motorik pasien-pasien stroke akut. Cukup mengecewakan dengan adanya hasil dari ketiga trial ini menunjukkan bahwa pemberian fluoxetine ternyata tidak ada manfaatnya. Perjalanan dalam menemukan terapi yang efektif dalam penanganan rehabilitasi stroke memang adalah suatu perjalanan yang panjang.

Referensi:

  1. https://www.medscape.com/viewarticle/930543
  2. https://neuronewsinternational.com/fluoxetine-after-stroke-not-recommended/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here